Ibuku… motivasiku…

Memel, begitu aku panggil ibuku.

ikut-ikutan mbakku sih. dari kata yang diambil dari sebuah buku yang dibacanya, Mami Marbel.

mbakku emang lucu.

Aku senang dg panggilan itu karena ga ada duanya di dunia ini.

Memel itu pekerja keras. punya motivasi yang tak pernah padam sampai usianya yang 63 tahun sekarang.

hobi banget ikut seminar. ikut perkumpulan. Memel ikut perkumpulan manula di Rumah Sakit Sarjito di Yogya, padahal rumahnya Kebumen. seratus kilometer jaraknya. cuma untuk sebuah pertemuan dua jam, rela menempuh perjalanan tujuh jam pulang pergi.

Memel selalu bawa buku bacaan di tasnya. Terutama buku kesehatan. ih, gaya banget ya!

Dan… enggak pernah kebaca. karena ngantuk.

Memel pensiunan pegawai KB, Keluarga Berencana, tapi pingin cucu yang buanyak, hehehe…

Memel PNS sejati. pingin banget semua anaknya jadi PNS yang sukses! Tapi beliau sendiri pengen banget jadi pedagang. Selalu wawancara para pedagang yang ditemui di bis.

Memel waktu muda sangat perkasa. Beliau menempuh jarak puluhan kilometer tiap hari, naik motor, pagi, siang dan malam. Keluar masuk desa. Kampanye KB.

Sekarang, Memel udah tua. Sudah putih rambutnya.

Sudah sering sakit. Tubuhnya lemah.

Aku belum bisa membalas semua yang Memel lakukan untukku.

Aku jadi sedih….

Di mata Memel, aku belum menjadi seperti yang Memel harapkan.

Jadi tambah sedih.

Posted under Lembar by Ari Nur on Thursday 3 July 2008 at 08:49

Arsitek atau Penulis?

Kalo disuruh milih dua profesi itu, aku pilih penulis.

Aku emang kuliah di arsitektur, tapi babar blas gak bakat jadi arsitek. babar blas!

emang sih, kalo dibanding dg yang gak kuliah di arsitektur dan lebih nggak bakat dibanding aku, jelas, aku jadi terlihat “lebih”. tapi kalo kumpul dengan sesama lulusan arsitektur, aku paling belakang. paling nggak bakat. paling nggak kepakai.

sempet juga bikin tiga disain rumah atas permintaan sebuah penerbit. jadi disain itu bukan untuk dibikin bangunan tapi untuk dibikin buku.

sempet juga punya klien satu biji. tapi sampai sekarang belum selesai juga…. hiks hiks.

maapkan daku, Pak Klien….

kalo suruh main-main pake Sketch Up, aku seneng. hobi ajah!

Emang sih, aku juga belum jadi penulis yang sebenar-benarnya. tapi profesi ini mending daripada gelar “ngarsitek-ku” yg sama sekali tak bisa dipertanggungjawabkan.

sebetulnya, ada satu cita-citaku yang sangat kuidam-idamkan, tapi belum tercapai. aku sedang berusaha menuju ke sana… yaitu jadi seorang….

entrepreneur…!

Posted under Lembar by Ari Nur on Thursday 3 July 2008 at 08:40

Serial Terbaru… judulnya…

Masih Rahasia, tentu aja.

Yang jelas, cerita ini awalnya dibuat bersamaan waktu aku nulis Diorama. Diorama itu romantis, jadi aku merasa kelucuanku tak terakomodasi. jadilah aku nulis cerpen yang judulnya “Taaruf”. Iseng.

isi ceritanya cuma iseng. gak lucu, tapi jayus dan garing. pernah kukirim ke seorang editor. beliau bilang, nggak lucu tapi garing. lelucon model ginian udah ketinggalan zaman. tapi tetep bisa bikin dia ketawa.

aku juga kasih cerpen ini ke temen-temen kos. mereka pada ketawa-tawa. bahkan ada yang sampai keluar air mata. yah… minimal senyum. mereka sih , nggak menilai cerita ini gimana dan gimana. mereka adalah pembaca murni, bukan kritikus seperti editor.

dari satu cerita… berkembang jadi dua…. jadi tiga… terus…. sampai 2008 ini. tujuh tahun, bo! bayang pun! lama kali ….

aku yakin, kumpulan cerpen nggak jelas ini nggak bakalan ada penerbit yang mau terima. tapi, apa salahnya kalau aku bagi juga ke orang lain. caranya adalah…. terbitin aja sendiri. bikin cover sendiri. cetak sendiri, jual sendiri. lucu kali yah…

kalo nggak laku, tanggung sendiri! hehehe…

Tapi jangan sampai nggak laku. InsyaAllah laku. Kalau nggak laku, profesiku sebagai penulis, bisa tamat!

Posted under Lembar by Ari Nur on Thursday 3 July 2008 at 08:26

« Previous PageNext Page »