Arsitek atau Penulis?

Kalo disuruh milih dua profesi itu, aku pilih penulis.

Aku emang kuliah di arsitektur, tapi babar blas gak bakat jadi arsitek. babar blas!

emang sih, kalo dibanding dg yang gak kuliah di arsitektur dan lebih nggak bakat dibanding aku, jelas, aku jadi terlihat “lebih”. tapi kalo kumpul dengan sesama lulusan arsitektur, aku paling belakang. paling nggak bakat. paling nggak kepakai.

sempet juga bikin tiga disain rumah atas permintaan sebuah penerbit. jadi disain itu bukan untuk dibikin bangunan tapi untuk dibikin buku.

sempet juga punya klien satu biji. tapi sampai sekarang belum selesai juga…. hiks hiks.

maapkan daku, Pak Klien….

kalo suruh main-main pake Sketch Up, aku seneng. hobi ajah!

Emang sih, aku juga belum jadi penulis yang sebenar-benarnya. tapi profesi ini mending daripada gelar “ngarsitek-ku” yg sama sekali tak bisa dipertanggungjawabkan.

sebetulnya, ada satu cita-citaku yang sangat kuidam-idamkan, tapi belum tercapai. aku sedang berusaha menuju ke sana… yaitu jadi seorang….

entrepreneur…!

Posted under Lembar by Ari Nur on Thursday 3 July 2008 at 08:40

Serial Terbaru… judulnya…

Masih Rahasia, tentu aja.

Yang jelas, cerita ini awalnya dibuat bersamaan waktu aku nulis Diorama. Diorama itu romantis, jadi aku merasa kelucuanku tak terakomodasi. jadilah aku nulis cerpen yang judulnya “Taaruf”. Iseng.

isi ceritanya cuma iseng. gak lucu, tapi jayus dan garing. pernah kukirim ke seorang editor. beliau bilang, nggak lucu tapi garing. lelucon model ginian udah ketinggalan zaman. tapi tetep bisa bikin dia ketawa.

aku juga kasih cerpen ini ke temen-temen kos. mereka pada ketawa-tawa. bahkan ada yang sampai keluar air mata. yah… minimal senyum. mereka sih , nggak menilai cerita ini gimana dan gimana. mereka adalah pembaca murni, bukan kritikus seperti editor.

dari satu cerita… berkembang jadi dua…. jadi tiga… terus…. sampai 2008 ini. tujuh tahun, bo! bayang pun! lama kali ….

aku yakin, kumpulan cerpen nggak jelas ini nggak bakalan ada penerbit yang mau terima. tapi, apa salahnya kalau aku bagi juga ke orang lain. caranya adalah…. terbitin aja sendiri. bikin cover sendiri. cetak sendiri, jual sendiri. lucu kali yah…

kalo nggak laku, tanggung sendiri! hehehe…

Tapi jangan sampai nggak laku. InsyaAllah laku. Kalau nggak laku, profesiku sebagai penulis, bisa tamat!

Posted under Lembar by Ari Nur on Thursday 3 July 2008 at 08:26

Serial Terbaru

Serial ini sebenernya udah akyu tulis sejak 2001. bareng sama Diorama. Tapi waktu itu aku cuma iseng. awalnya cuma satu cerita, lalu nambah dan nambah lagi. akhirnya jadi tigabelas cerita.

Kenapa kisah ini nggak keluar-keluar, karena aku banyak menemui kendala. Yang paling besar adalah kendala modal. Untuk biaya cetak sangat mahal. semahal apa? sekitar… tiga kali lipat harga laptop. Itu minimal. maksimalnya… tak terbatas. Aku lagi coba cari investor. Sebetulnya udah ada calon investor.

Masalahnya, apakah investor mau menanggung risiko kerugian? kalau tidak, berarti semua risiko aku yang nanggung.  risiko paling berat adalah, kalau nanti buku ini, SERIAL TERBARU ini, tidak laku, sementara aku sudah keluarin banyak biaya.

Aku masih ragu, apakah aku udah siap ngadepin semua risiko ini?

Posted under Lembar by Ari Nur on Tuesday 1 July 2008 at 08:26

« Previous PageNext Page »