Buku Baru

Judul :P ENGANTIN BARU
Isi :Jayus, Ringan, Ngarsitek, Islami
Harga : Rp 30.000
Penerbit : Fren_ari
Penulis : Mba Ari Nur
cover : aku gambar sendiri, suer! (jangan diketawain klo jelek)

serial ini jayus banget. bisa bikin meringis atau ngakak tergantung sense of humor masing-masing

pada beli yah… makasih… (ekspresi: tatapan penuh harap)

ttd

Ari Nur

friendster.com/arinur

friendster.com/frenari

Posted under Novel by Ari Nur on Sunday 14 September 2008 at 14:43

Dilatasi Memori

Dilatasi Memori Cover Baru

Judul: Dilatasi Memori
Penulis: Ari Nur
Jumlah Halaman: 234
Penerbit: Mizan Pustaka
Harga: Rp 29.800
Dapatkan di toko buku terdekat!

Buku ini merupakan sekuel dari bestseller “Diorama Sepasang Albanna”.

Biro Arsitek Albanna, yang mereka (Ryan dan Rani) dirikan, telah berkembang. Rani mendapat proyek menggarap desain sebuah mal. Di tengah pergaulan metropolitan, ia harus tetap mempertahankan idealisme sebagai akhwat. Ia juga seorang ibu dari putranya, Rifki. Hadir pula dua orang dari masa lalunya, Galih, dan dari masa lalu Ryan, Dea. Dea yang masih mencintai Ryan dan Galih yang masih menyimpan kekaguman pada Rani.

Novel Islami yang ngarsitek, penuh wawasan keislaman, pendidikan anak, dan sangat romantis.

Jangan sampai ketingalan ya…

Posted under Novel by Ari Nur on Saturday 30 August 2008 at 18:23

“Diorama Sepasang Albanna” di balik layar

Tahun 2000…

Waktu itu, aku kuliah semester 4. Sejak awal, aku sudah merasa nggak nyaman kuliah di Arsitektur. Aku merasa nggak bakat. Ditambah lagi, masalah keluarga. Juga masalah pertemanan. Tugas-tugas nggak pernah kuselese-in. Prestasi akademis nge-drop. Rasanya berat banget ngadepin semua itu.

Liburan semester, satu angkatan KKL ke Jakarta selama lima hari. Di sana kita ketemu langsung dengan bebrapa arsitek muda Indonesia. Yori Antar, Irianto PH, Andra Matin. Mereka cerita kalau mereka, berkelompok sekitar sepuluh orang, baru keliling Eropa, melihat karya para arsitek dunia, yang mereka sebut, “Ziarah Arsitektur”.

Saat itu, aku begitu terpesona akan cerita itu. Apalagi perjalanan kita naik bis, banyak kesempatan untuk ngelamun. Aku mulai berkhayal, tentang ziarah arsitektur itu. keren banget. Jalan-jalan ke Eropa, tapi bukan sekedar turis biasa. mereka bawa misi arsitektur. tapi, nggak enak kalo rame-rame. gimana kalo duaan aja, “sepasang kekasih?”. wah…. asyik tuh…

pulang dari KKL, khayalanku makin menjadi-jadi. kuliahku tambah males. aku mulai rajin ndekem di kamar, ngetik. nggak tau ngetik apa. awalnya, penggalan-penggalan dialog. terus… teruuus…. teruuus…. tahu-tahu, jadi 11 halaman. lalu… 40 halaman. lho, apa ini?

setelah itu, aku mulai sadar bahwa aku sedang menyusun sebuah novel. akhirnya, sepanjang tahun 2001, aku jarang sekali kuliah. saat itulah cikal-bakal novel Diorama sedang di susun.

(eh, saat nulis ini… aku lagi dinner di Foodfest,…. Ada Duta sama Adelia Lontoh di seberang meja. keduanya yang tampak mungil di TV, ternyata tinggi besar. tapi aku lebih tertarik lihat dua anaknya. putih-putih, kayak china. yang kecil, kayak Jhosua waktu kecil. hihihi…. lutunaa….)

Waktu itu, belum ada judulnya. ya iyalaahhh…. dalam cerita itu, aku memadukan antara islam, arstektur, dan kehidupan metro jakarta (dalam versiku). aku berpikir, kayaknya… cerita kayak gini belum ada di dunia pernovelan. keren juga kalo bisa diterbitkan, terus bukuku tersedia di toko-toko. khayalanku udah ke mana-mana…..

oktober 2001, adik kosku, mamanya Lala yang asli, Tante Dian, ngasih tahu kalo ada lomba menulis novel Mizan. akhirnya, aku makin seriusin tulisan itu.

Posted under Diari by Ari Nur on Thursday 10 July 2008 at 18:51

« Previous PageNext Page »