Serial Terbaru… judulnya…

Masih Rahasia, tentu aja.

Yang jelas, cerita ini awalnya dibuat bersamaan waktu aku nulis Diorama. Diorama itu romantis, jadi aku merasa kelucuanku tak terakomodasi. jadilah aku nulis cerpen yang judulnya “Taaruf”. Iseng.

isi ceritanya cuma iseng. gak lucu, tapi jayus dan garing. pernah kukirim ke seorang editor. beliau bilang, nggak lucu tapi garing. lelucon model ginian udah ketinggalan zaman. tapi tetep bisa bikin dia ketawa.

aku juga kasih cerpen ini ke temen-temen kos. mereka pada ketawa-tawa. bahkan ada yang sampai keluar air mata. yah… minimal senyum. mereka sih , nggak menilai cerita ini gimana dan gimana. mereka adalah pembaca murni, bukan kritikus seperti editor.

dari satu cerita… berkembang jadi dua…. jadi tiga… terus…. sampai 2008 ini. tujuh tahun, bo! bayang pun! lama kali ….

aku yakin, kumpulan cerpen nggak jelas ini nggak bakalan ada penerbit yang mau terima. tapi, apa salahnya kalau aku bagi juga ke orang lain. caranya adalah…. terbitin aja sendiri. bikin cover sendiri. cetak sendiri, jual sendiri. lucu kali yah…

kalo nggak laku, tanggung sendiri! hehehe…

Tapi jangan sampai nggak laku. InsyaAllah laku. Kalau nggak laku, profesiku sebagai penulis, bisa tamat!

Posted under Lembar by Ari Nur on Thursday 3 July 2008 at 08:26

Serial Terbaru

Serial ini sebenernya udah akyu tulis sejak 2001. bareng sama Diorama. Tapi waktu itu aku cuma iseng. awalnya cuma satu cerita, lalu nambah dan nambah lagi. akhirnya jadi tigabelas cerita.

Kenapa kisah ini nggak keluar-keluar, karena aku banyak menemui kendala. Yang paling besar adalah kendala modal. Untuk biaya cetak sangat mahal. semahal apa? sekitar… tiga kali lipat harga laptop. Itu minimal. maksimalnya… tak terbatas. Aku lagi coba cari investor. Sebetulnya udah ada calon investor.

Masalahnya, apakah investor mau menanggung risiko kerugian? kalau tidak, berarti semua risiko aku yang nanggung.  risiko paling berat adalah, kalau nanti buku ini, SERIAL TERBARU ini, tidak laku, sementara aku sudah keluarin banyak biaya.

Aku masih ragu, apakah aku udah siap ngadepin semua risiko ini?

Posted under Lembar by Ari Nur on Tuesday 1 July 2008 at 08:26

Andity kucingku

Andity, kucing gendut yang suka main ke rumahku.

Minta makan, tiap siang. malem, datang lagi.

Akyu emang suka banget sama kucing.

Dari kecil sampai SMP, teman setiaku adalah kucing.

mungkin karena akyu anak bungsu.

salah satu cita-citaku kelak, kalau aku kaya, aku mau buka “Cat Center”.

Terbesar dan termegah di dunia.  Amieen….

Kucing itu bagiku, gimannnaaaa… gitu.

Kalo akyu sedih… seakan dia tau.

Apa perasaanku aja ya?

Nama kucingku antara lain: Joko, Bambang, Udin, Prawoto.

Maap kalau nama itu adalah nama kamu, keluarga kamu, atau tetanggamu.

Bagiku nama kucing harus indah dan elegan, gak kalah sama manusia.

Makanya kuberi nama-nama itu.

Posted under Lembar by Ari Nur on Tuesday 11 March 2008 at 02:37

« Previous Page

Switch to our mobile site