06 March 2004

Diorama Sepasang AlBanna



Rani meraih telapak tangan Siva, sahabatnya. Ia membuat coretan abstrak dengan jarinya. Sebuah garis lurus yang terpenggal oleh komposisi garis berbentuk persegi panjang.

"Rasulullah pernah menggambar seperti ini di tanah dengan ranting. Garis lurus ini menggambarkan hidup kita, cita-cita kita dan kotak ini adalah kematian yang akan memenggalnya."

Rani, arsitek muda yang cerdas, memiliki idealisme yang begitu tinggi pada dunia arsitektur. Kerikil tajam senantiasa merintangi langkahnya. Terutama dari Ryan, bosnya di Kan Petra, biro arsitek tempat Rani bekerja. Ryan seorang arsitek brilian, seorang eksekutif muda tampan pujaan wanita. Namun, takdir menggiring Ryan untuk melabuhkan hatinya pada Rani. Sayangnya, saat Rani mulai menaruh kepercayaan sepenuhnya, ia ditinggalkan begitu saja tanpa jejak yang pasti. Semua membalikkan hidup. Rani pun terpuruk dalam kegalauan.

Sanggupkah Rani bangkit untuk menata kembali hidupnya? 
Akankah Ryan kembali menyemangati hidup dan cintanya?

Novel ini berhasil meramu kisah cinta dengan dunia arsitektur yang penuh pelajaran berharga. 

A romantic story in different way...

No comments:

Post a comment